Seri Tulisan Zeze Zahra : Pengalaman Merencanakan dan Melakukan Pekerjaan Pengelolaan Kebun – Bagian 2

Artikel

Nadillah Nur Baini

Setelah membuat catatan list pekerjaan, kemudian saya tanya pada AI mengenai analisa pekerjaan yang perlu dilakukan dan penilaiannya. Sebenarnya bisa tanya pada mentor atau rekan lain yang sudah berpengalaman, hanya saja cari orang dan waktu yang tepat butuh proses. Kalau pakai AI bisa langsung tanya kapan saja dan bahkan bisa lewat HP.
Hasil analisa itu kemudian saya tambahkan informasi pembelajaran dari pak Bayu di BSM/PTS, yaitu mengenai pendapatan harian, mingguan, bulanan dan tahunan. Dari sini bisa disummarykan apa saja yang perlu diperhatikan dengan memperhatikan saran best practise dari ilmu pak Bayu.
Hasilnya kemudian dijadikan semacam “proyek” pekerjaan yang membuat listing apa saja yang perlu dilakukan berikut dengan urutan dan skala prioritasnya.
List ini bukan harga mati, masih bisa ditambah atau dikurangi dengan menyesuaikan pada anggaran biaya, tenaga maupun tujuan yang ingin dicapai.
Diatas saya menulis soal penggunaan AI, tools maupun alat bantu lainnya. Itu sebenarnya bukan hal mutlak, kita cukup gunakan apa yang ada, sesuai pengajaran yang diberikan oleh pak Bayu juga.
Point utama adalah, tidak ada salahnya kita merencanakan, agar bisa memperkirakan hasil maupun kendala yang mungkin terjadi. Mungkin saja tidak sesuai harapan, namun minimal sudah ada usaha yang terbaik.
Dalam salah satu video Youtube, pak Bayu pernah bercerita, saat bertemu dengan professor, “Jadi petani kok pegang HP melulu…”. Mungkin terlalu banyak menulis atau merencanakan ini bisa jadi contoh yang mirip, hehehe…
Fokus jadi petani ya memang harus di pertaniannya. Catatan ini sebagai share pengalaman mengenai perencanaan saja. Jangan sampai kita asyik mencatat dan merencanakan malah lupa melakukan pekerjaannya.
Jadi AI hanya alat bantu saja, untuk analisa tambahan agar bisa inline dengan pembelajaran yang didapat sebelumnya dan dengan memperhatikan situasi yang kita hadapi/lahan yang dimiliki.
Untuk saat ini, mekanisme manual diatas sudah bisa diotomatiskan melalui aplikasi Sazara. Jika rekan-rekan ada yang ingin coba pakai Sazara untuk merapikan pengelolaan pertanian dan peternakan terpadu, silakan mencobanya dengan membuka https://sazara.id dan mengikuti panduan yang diberikan.

Bagikan artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *